Jumat, 01 Februari 2013

Jumat Kelabuu..


Jumat Kelabu

               
Siang itu, aku sedang menanti paman menjemputku. Sambil kunikmati hujan deras yang sedang megguyur sekolahku. Hanya dentingan jam dan beberapa teman  yang menemaniku di kelas yang sunyi ini. Satu, dua, tiga, empat.. nah kali ini untuk yang kelima kali aku curi-curi pandang ke arah jendela. Tetapi bukan karena aku suka si jendela. Melainkan untuk memastikan apakah aku sudah dijemput ataukah belum. Tak lama kemudian, paman pun datang dengan mengendarai motor Jupiter warna oranye kesayangannya. Dari jendela, terlihat paman melihatku dan mengirimkan senyuman khasnya ke arahku. Entah mengapa, mungkin karena paman habis memakai backing soda senyumku pun jadi ikut mengembang.
                Untung saja hari ini adalah hari Jumat. Dimana seragam sekolah hari ini tidak dikenakan lagi esok hari. Sebab, ternyata mantel paman tak cukup jika kami pakai berdua. Namun, baru saja jalan seragamku langsung basah kuyup. Pikiranku hanya tertuju pada isi tasku. Semoga saja buku-bukuku juga tidak ikut kebasahan. Siang menjelang sore ini, aku berhasil mendapatkan bonus. Selain kemacetan yang aku dapatkan, aku mendapatkan cipratan air dari mobil-mobil yang melintas di dekatku. Dan hal itu benar-benar membuat rok putihku kotor. Saat kami di dekat perempatan, tiba-tiba terdengar suara makbrukk.. dari arah belakang. Saat kami tengok, ternyata ada seorang mahasiswi yang menghantam keras mobil jazz berlapis cat berwarna silver yang ada di depannya. Karena belum juga ada orang yang menolong mahasiswi itu. Paman pun turun tangan. Dengan gagah paman mendekati dan mencoba menolong mahasiswi yang tergoleh lemas itu. Sambil mengusap buliran-buliran air hujan yang mulai merata di wajahku. Kulihat paman sedang mencoba membantu mahasiswi itu berdiri dengan memegang erat kedua lengan mahasiswi itu. Kejadian ini benar-benar seperti adegan akting sepasang kekasih yang pernah kulihat di FTV-FTV. Semoga saja, tante yang sedang ada di rumah, tidak cemburu jika melihat hal itu. Kemudian oleh orang-orang mahasiswi itu langsung di bawa ke rumah sakit terdekat. Sedangkan aku dan paman melanjutkan perjalanan pulang. Sebelum kami pulang, kami sempat melaporkan kejadi ini kepada polisi yang terlihat sedang mengatur jalannya lalu lintas yang semrawut itu. Namun, polisi itu yang ada malah menghiraukan kami. Perkataan kami seperti angin lalu baginya. Mungkin karena betapa sibuknya polisi itu. Tapi tak apa, kalau polisinya seganteng itu, aku ikhlas dengan sepenuh hati kalau harus dikacangi.
            Sepanjang perjalanan pulang, aku benar-benar merinding kedinginan. Semoga saja setelah ini aku tak jatuh sakit karena masuk angin. Karena besok Sabtu ada pelajaran favoritku, yaitu olahraga. Di sepanjang jalan, kemacetan tak dapat dihindari dan selalu bersama kami. Mungkin sudah menjadi teman yang selalu setia menemani perjalanan kami. Ya teman. Teman tapi menyusahkan dan menyebalkan. Mungkin aku bisa mengganti sedikit lirik lagu Lenka “trouble is a friend” menjadi “traffic jam is a friend. But, traffic jam is a foe”.
            Kami sampai di rumah sore hari. Hari ini aku benar-benar merasakan KMP (Kesel, Mangkel, Pegel). Sampai di rumah, aku langsung bergegas mandi supaya tidak masuk angin. Namun, apa yang terjadi? Terjadi kemacetan juga di depan kamar mandi. Kudapati sepupu-sepupuku mengantri untuk mandi. Ada juga yang berebut menjadi antrian pertama. Sampai-sampai adegan tipung-tipungan terjadi disini. Aaaa….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar